Kader Posyandu Bumi Dipasena Abadi Dapat Aplikasi Asik
bumidipasenaabadi.com | Tim Puskesmas Rawajitu Timur mensosialisasikan Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Penggunaan Aplikasi Sehat Indonesia Ku (ASIK) kepada seluruh kader Posyandu Kampung Bumi Dipasena Abadi, Jum'at (09/09/2022).
Pertemuan yang digelar di Ruang Meeting Kampung Bumi Dipasena Abadi ini bertujuan membekali seluruh kader posyandu agar tanggap dalam mengambil tindakan dalam rangka mengurangi resiko masyarakat terdampak PTM dan disisi lain para kader posyandu mampu melakukan pencatatan data imunisasi anak secara digital melalui Asik.
Masyarakat saat ini rentan menderita penyakit di usia lanjut dikarenakan kebiasaan dan pola hidup yang tidak teratur di saat masih muda. Sebagian besar masyarakat akan mengalami Obesitas, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Darah Tinggi/Hipertensi, Kolestrol, Asam Urat dan Stress berkepanjangan yang termasuk dalam penyakit tidak menular di usia lanjut.
Kepala Kampung Bumi Dipasena Abadi, Gusdur dalam sambutannya menyampaikan, "Harapan kami melalui sosialisasi ini para kader dapat wawasan yang luas dan memahami penggunaan Aplikasi Sehat Indonesia Ku dalam mendukung tugas-tugas sebagai kader posyandu". "Melalui aplikasi ini, mudah-mudahan bisa semakin maksimal seluruh pencatatan dan data imunisasi semakin valid" tambahnya.
"Kita dapat lakukan 5 hal untuk pencegahan Penyakit Tidak Menular ini, yaitu CERDIK. C adalah Cek kesehatan secara rutin, E adalah Enyahkan asap rokok, R adalah Rajin melakukan aktifitas fisik, D adalah Diet seimbang, I Adalah Istirahat yang cukup, dan K adalah Kelola stress” jelas Suprih Hartatik selaku Narasumber dari Tim Puskesmas Rawajitu Timur.
Sistem Aplikasi Sehat Indonesia Ku ini mirip pendataan vaksinasi COVID-19. Nantinya, anak-anak yang sudah mendapatkan imunisasi, datanya akan terekam secara digital di ASIK yang juga terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi.
Pengintegrasian ini bertujuan memudahkan orang tua mendapatkan data imunisasi anak kapanpun dibutuhkan. Ketika anak membutuhkan rekam data imunisasi untuk keperluan sekolah, semua data aman tersimpan di database Kementerian Kesehatan.
"Saya sangat mendukung hadirnya Aplikasi Sehat Indonesia Ku secara online. Pencatatan kita tidak lagi secara manual dikertas yang terkadang berkasnya terselip sehingga kita kesulitan mendapatkan data yang sudah beberapa tahun lalu dilakukan. Namun disisi lain, kualitas sinyal operator selular yang mungkin kurang mendukung di wilayah kami bisa menjadi perhatian khusus pemerintah" ungkap Tyas salah satu peserta sosialisasi.
Editor : YA
Laporan : Amel
Foto : Tyas
Tinggalkan Komentar
Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin